Pernah denger tidak ada seseorang yang rela berkorban melebihi Rasulullah?
Jika Rasulullah saw pernah meminta sakit sakaratul maut seluruh ummatnya
ditimpakan pada dirinya, ada tidak sih manusia hebat lainnya yang rela
berkorban seperti itu ? Jika Rasulullah memikirkan kita sebagai ummatnya,
sayangnya cinta Rasulullah terhadap ummatnya kadang bertepuk sebelah tangan. Karena
apa? Karena umatnya kini lebih memilih idola baru selain diri Rasulullah saw,
bahkan ada yang rela meniru gaya hingga terlalu atraktif untuk menarik
perhatian sang idola. Meskipun sang idola tersebut belum tentu membawa pengaruh
positif atau dapat di jadikan suri tauladan yang baik di setiap sisi kehidupan.
Mungkin pernah kita
lihat berita mengenai para groupies
(fans berat) yang jatuh pingsan atau ada yang hingga terinjak-injak untuk
melihat pertunjukan music dari penyanyi atau group band ternama. Tak asing juga
berita terkait perkelahian yang kerap terjadi selama berlangsungnya konser
tersebut. Sebut saja konser boyband asal Irladia di pertengahan September 2010,
“Westlife” puluhan remaja pingsan karena berdesak-desakan di dalam Istora
Senayan Jakarta. Atau konser Sheila On Seven di Banjarmasin pada Februari 2004
yang menelan 4 korban jiwa.
Berbeda halnya dengan
konser-konser penyanyi atau band, ceramah atau kegiatan agama Islam biasanya
lebih sepi pengunjung. Padahal di dalamnya terdapat banyak hikmah, nama Allah
SWT disebut dan tinggikan, sirroh atau sejarah Nabi Muhammad yang mulia di
kupas tuntas untuk menyelamatkan kita semua dari segala tipu daya dunia ini.
Semoga Allah senantiasa memberi hidayah kepada kita semua untuk tetap
bersemangat mencari ilmu agama Islam walau aral rintangan datang menghadang.
Dan semoga Allah berikan energy yang jauh lebih besar disbanding energi para groupies tadi.
Siapa Nabi kita ini ?
Ada pepatah bilang
“tak kenal maka tak saying”. Oleh karena itu jika kita ingin mengenal sosok
Nabi yang mulia Muhammad saw kita harus berkenalan. Lewat Qur’an, Hadits, dan
Sirroh (Sejarah) beliau. Kita mulai dengan kedudukan beliau sebagai Nabi dan
Rasul terakhir.
Kedudukan nabi
Muhammad saw sebagai penutup para Nabi dan Rasul (khataman nabiyyin), merupakan penegas bahwa tidak ada nabi dan
rasul sesudahnya. Beliau juga merupakan penyempurna dari risalah yang dibawa
oleh NAbi dan Rasul sebelumnya. Dalam sebuah hadits Rasulullah bersabda:
“Perumpamaan aku dan nabi
sebelumku ialah seperti seorang laki-laki yang membangun sebuah bangunan,
kemudian ia memperindah dan mempercantik bangunan tersebut, kecuali satu tempat
batu bata di bagian sudutnya. Ketika orang-orang mengitarinya, mereka kagum
seraya berkata, “amboi jika batu bata ini diletakkan.” Akulah (Muhammad saw)
adalah batu bata itu, dan aku adalah penutup para nabi (HR. Bukhari dan
Muslim)”
Dengan demikian dapat
disimpulkan tidak ada nabi dan rasul setelah kehadiran Rasulullah Muhammad saw.
Jika ada yang mengaku sebagi nabi atau rasul setelahnya, maka secara jelas hal
tersebut adalah tidak benar dan sebuah perbuatan dusta.
Nabi bagi seluruh ummat
manusia
Nabi dan Rasul sebelum kedatangan Nabi Muhammad saw,
hanya di utus untuk kaumnya saja. Contohnya Nabi Musa as dan Nabi Isa as di
utus hanya untuk Bani Israel, Nabi Hud as untuk kaum Ad, Nabi Shaleh as untuk
kaum Tsamud. Sedangkan Nabi Muhammad saw di utus untuk seluruh Manusia,
sebagaimana Allah SWT berfirman yang artinya:
“ Dan Kami tidak mengutus
kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya, sebagai pembawa berita gembira
dan sebagai pemberi pelingatan, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. “
(QS. As-Saba : 28)
Oleh karena itu, Al-Qur’an Allah turunkan kepada Nabi Muhammad sebagai
nabi-Nya yang terakhir. Al-Qur’an Allah turunkan untuk membenarkan risalah yang
dibawa oleh nabi-nabi sebelumnya. Dan agama Islam hadir untuk menghapus risalah
agama-agama sebelumnya yang telah mengalami perubahan seenaknya oleh para ahli
kitab dan pemuka agama tersebut.
Mukjizat Nabi Muhammad
saw
Mukjizat terbesar Nabi
Muhammad saw adalah Al-Qur’an. Karena Al-Qur’an yang indah berisi tentang
kebenaran dari Allah Tuhan semesta alam. Isi di dalam nya tak mungkin buatan
manusia. Namun amat disayangkan, kesombongan menutup mata hati banyak orang
untuk menerima kebenaran itu sendiri.
Dan Al-Qur’an adalah
satu-satunya mukjizat dari Allah SWT yang masih ada hingga saat ini. Tapi tak
banyak orang tahu karena hanya orang yang memahami, mentadaburi, dan
mengamalkannya saja yang dapat merasakan mukjizat itu. Mukjizat lain yang dimiliki Nabi Muhammad saw
adalah sbb:
1.
Membelah bulan. Pada waktu kafir Quraisy menantang
Rasulullah saw, maka ia pun berdoa kepada Allah. Kemudian terjadilah peristiwa
itu. Sebagaimana tertera dalam hadits:
Dari Ibnu Mas’ud r.a., ia berkata: “Pada zaman Rasulullah
saw, bulan pernah terbelah menjadi dua. Sebelah berada di atas gunung dan satunya
lagi berada di tempat lain. Lalu beliau saw bersabda: “Saksikanlah”.” (HR.
Bukhari)
2.
Pohon berjalan. Seperti di terangkan dalam hadits
berikut:
Dari Ibnu Abbas, ia berkata: “Seorang dusun datang kepada
Nabi saw, seraya berkata “dengan apa aku percaya bahwa engkau adalah rasul
Allah?” Kemudian Rasulullah berkata “Andaikata aku menyeru satu pohon kurma
ini, apakah kamu akan percaya?”. “Ya” jawab orang dusun itu. Maka Rasulullah
menyeru satu pohon kurma yang ada disitu, sampai ia datang ke dekat Rasulullah.
Lalu beliau menyuruhnya kembali ke tempat semula. Maka pohon itu kembali ke
tempat tumbuhnya semula. Akhirnya orang dusun itu masuk Islam.” (HR. Bukhari)
3.
Peristiwa Isra’ Mi’raj
4.
Keluar air jernih dari sela-sela jari tangannya
5.
Membetulkan mata seorang sahabat yang lepas ketika
berperang, dan masih banyak lagi
Semua itu dilakukan Rasulullah semata-mata untuk menunjukkan kebesaran
Allah SWT lewat mukjizat yang telah diberikan kepadanya.
The Real Superstar
Nah, zaman sekarang banyak para ABG (Anak Baru Gede) yang
tergabung dalam fans club terhadap
idolanya. Dan bukan hanya nge-fans, tapi tingkah laku dan kebiasaannya turut di
adopsi pula. Seperti warna rambut, pakaian aneh, anting di hidung, cara
berbicara, dll.
Nah kita selaku remaja
muslim sudah punya idola sendiri, yang dapat di contoh semua tingkah lakunya,
tutur kata, dan perbuatannya yang merefleksikan keimanan dan keindahan Islam.
Dan tidak hanya itu, yang jelas status idola remaja muslim adalah seorang
“Rasul”, berbeda dengan idola lain yang manusia biasa. Plusnya lagi beliau juga
ahli di bidang lain seperti politik, diplomatic, panglima perang yang
strategic, pedagang yang ulung, ayah yang hebat, sahabat yang menyenangkan
hati, orang tua bagi para anak yatim-piatu dan kaum dhu’afa. Allah SWT berfirman:
“ Sungguh telah ada pada
(diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang-orang
yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak
menyebut Allah.” (QS. Al-Ahzab: 21)
Jadi idola sesungguhnya yang harus kita ikuti segala tingkah lakunya adalah
ia yang tidak memiliki cacat dan cela. Siapa lagi kalau bukan Rasulullah
tercinta kita, Muhammad saw. Coba kita bandingkan beberapa sifat Rasulullah,
mungkinkah idola lain di dunia n=menandinginya?
1.
Akhlaqnya adlah Al-Qur’an
2.
Orang yang tidak pernah tertawa lebar, namun hanya
tersenyum
3.
Beliau menerima hadiah, tapi tidak menerima sedekah
4.
Beliau biasa mengesol sepatu, menjahit pakaian, membesuk
orang sakit, dan memenuhi undangan baik orang kaya atau miskin
5.
Banyak melakukan dzikir dan fikir
6.
Memiliki kecerdasan akal yang meliputi seluruh aspek
7.
murah hati, lembut, penyabara, jujur
8.
selalu berkata benar, meskipun ketika bergurau
9.
memiliki fisik
yang kuat dan ketangkasan yang OK. Beliau pernah mengalahkan seorang pegulat di
jazirah Arab dalam 3 kali pertemuan di arena gulat
Rasulullah
real fans
bagaimana caranya agar kita dapat
menjadikan Rasulullah sebagai idola yang paling OK di hati kita? Berikuta adlah
tips-tipsnya:
1. Yakinkan dalam hati bahwa hanya dengan mengikutinya kiya akan
selamat di dunia dan akherat.
2. Singkirkan idola yang bathil, dan pastikan beliau menempati
rangking I.
3. Kenali sosoknya dengan utuh dengan membaca perjalan hidup sirah
beliau.
4. Untuk menguatkan kemuliaannya dan keluhuran budinya, coba adakan
perbandingan dengan sosok lain, yang sebelum ini kita idolakan.
5. Setelah itu, coba nyunah dalam perkara yang ringan, misalnya,
cara makan, bertamu, dll. Lakukan dengan niat untuk nyunah dan dinikmati.
Langkah ini akan mendorong karena semakin berusaha untuk nyunah dalam setiap
urusan.
Nah kalau sudah sampai hal ini, tidak seorangpun
menggeser kedudukan beliau sebagai idola, sebagai idola utama di hati kita.
Kabar Gembira
Ada sebuah kabar gembira bagi
siapapun yang ingin dicintai Allah SWT. Mau tahu? Mari kita simak firman Allah
SWT berikut:
“ Katakanlah: “Jika
kamu (benar-benar) mencintai Allah, maka ikutilah aku (Muhammad), niscaya Allah
akan mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun lagi Maha
Penyayang.” 9QS. Ali Imran: 31)
Jadi bagi siapa saja
yang menjadikan Rasulullah sebagai idola, niscaya Allah akan mencintai dan
mengampuni dosa-dosa kita. Mari jadikan Rasulullah sebagai idola kita, jadikan
prinsip “Muhammad Qudwatuna” atau Muhammad suri tauladanku selalu tertanam
dalam hati dan kita lakukan dalam amal perbuatan kita di segala aspek
kehidupan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar