Rabu, 04 Januari 2012
All About Rain
Rainy days...wahh tetap semangat yaa sahabat, karena ternyata Rasulullah juga suka jika hujan turun lho...baru tau khan? xixixiii...sy juga :D spt dlm hadits dibawah ya...
“Dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu berkata:”Kami bersama Rasulullah saw tertimpa hujan, maka Rasulullah saw membuka pakaian beliau sampai (tubuh beliau) terkena sebagian air hujan.”Maka kami berkata:”Ya Rasulullah, kenapa anda melakukan hal itu?” Beliau menjawab:”Karena sesungguhnya dia (hujan) adalah baru dari Rabb Subhanahu wa Ta'ala .” (HR. Imam Muslim)
keberkahan dan manfaat terkandung dalam pure H2O yg turun dr langit dengan laju percepatan yg luar biasa, menembus setiap hambatan udara untuk menyirami tanah2 kering dan memberikan senyum kepada hati setiap insan...dan sebuah skenario luar biasa, kadang Allah SWT pun mengembalikan cinta hamba kepadaNya lewat hujan ini... subhanallah yaaa... :)
Selalu ada hikmah dari semua ketetapan Allah SWT :) Seperti hujan, Allah telah menurunkan hujan sebagai rahmat di saat dibutuhkan oleh seluruh makhluk. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan Dialah Yang menurunkan hujan sesudah mereka berputus asa dan menyebarkan rahmat-Nya. Dan Dialah Yang Maha Pelindung lagi Maha Terpuji.” (QS. Asy Syuura: 28)
Keberkahan hujan terlihat pd manfaatnya spt yg Allah katakan dlm QS. Qaaf: 9 (yang artinya), “Dan Kami turunkan dari langit air yang penuh keberkahan lalu Kami tumbuhkan dengan air itu pohon-pohon dan biji-biji tanaman yang diketam.” ... yuk sahabat, kita pelajari hujan lebih lanjut ... yukkksss :)
do'a ketika turun hujan..’Aisyah radhiyallahu ’anha berkata, ”Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ketika melihat turunnya hujan, beliau mengucapkan, ”Allahumma shoyyiban nafi’an” [Ya Allah turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat" (HR. Bukhari)
Nah kalau hujannya lebat se-x, Rasulullah berdo'a: “Allahumma haawalaina wa laa ’alaina. Allahumma ’alal aakami wal jibaali, wazh zhiroobi, wa buthunil awdiyati, wa manaabitisy syajari [Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan untuk merusak kami. Ya Allah, turunkanlah hujan ke dataran tinggi, gunung-gunung, bukit-bukit, perut lembah dan tempat tumbuhnya pepohonan].” (HR. Bukhari)
nah, klo mendengar petir do'anya adalah “Subhanalladzi yusabbihur ro’du bi hamdihi wal mala-ikatu min khiifatih” (Mahasuci Allah yang petir dan para malaikat bertasbih dengan memuji-Nya karena rasa takut kepada-Nya).” (HR Bukhari)
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
Sobat IC…perkenalkan nama saya Alif, tokoh fiksi yang Insya Allah akan menemani Sobat IC semua dalam bertadabur ayat-ayat Al Qur’an melalui kisah. Semoga bisa menumbuhkan rasa cinta kita semua kepada Allah SWT, Al Qur’an, serta Rasulullah. Semoga juga bisa menumbuhkan rasa ingin tahu kita untuk terus menyelami kedalaman samudra Qur’an yang penuh dengan berbagai hikmah. Pada akhirnya, kita akan merasakan bahwa berinteraksi dengan Al Qur’an sungguh sangat nikmat, menyenangkan, menenangkan, menentramkan………….
****
Pagi yang cerah,…dengan senyum, dengan hati yang teramat bahagia Alif ditemani abahnya pagi itu pergi ke sekolah untuk mengambil nilai hasil belajarnya selama satu semester ini. Alif begitu yakin akan memperoleh nilai bagus, dan tentunya akan membahagiakan orang tuanya. Ia selama ini merasa sudah belajar dengan maksimal, PR nya selalu dikerjakan dengan baik, nilai ulangan harian pun tak pernah di bawah 9, apalagi nilai ujian semester tadi rata-ratanya tembus angka 9. Sungguh pencapaian yang luar biasa, pikirnya usaha dan kerja kerasanya selama ini tidaklah sia-sia.
Saat yang dinanti tiba. Dari luar kelas ia mengamati wajah abah dengan raut muka yang cerah menandakan kebahagiaan tak terkira. Dibukanya raport bersampul biru, ia perhatikan nilainya satu per satu. Semua persis seperti perhitungannya.
Menjelang tidur ia buka sekali lagi, ia perhatikan dengan seksama. Kali ini, tiba-tiba ia termenung lama…tiba-tiba butiran kecil keluar dari matanya. Alif menangis…jauh di dalam nuraninya, ia berfikir bahwa selama ini ia sudah berusaha keras untuk urusan nilai pelajaran di sekolahnya dan hasilnya pun cukup memuaskan. Tapi…sudahkan engkau bekerja keras untuk raport di akhiratmu kelak Alif!!!!, begitu bisikan keras yang terulang-ulang di hatinya.
Alif teringat ayat yang dibacakan kakak pendamping ekstrakurikuler Rohis di sekolahnya, Q.S Al Insyiqaq ayat 6 – 15.
يَا أَيُّهَا الْإِنسَانُ إِنَّكَ كَادِحٌ إِلَى رَبِّكَ كَدْحاً فَمُلَاقِيهِ -٦- فَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِيَمِينِهِ -٧- فَسَوْفَ يُحَاسَبُ حِسَاباً يَسِيراً -٨- وَيَنقَلِبُ إِلَى أَهْلِهِ مَسْرُوراً -٩- وَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ وَرَاء ظَهْرِهِ -١٠- فَسَوْفَ يَدْعُو ثُبُوراً -١١- وَيَصْلَى سَعِيراً -١٢- إِنَّهُ كَانَ فِي أَهْلِهِ مَسْرُوراً -١٣- إِنَّهُ ظَنَّ أَن لَّن يَحُورَ -١٤- بَلَى إِنَّ رَبَّهُ كَانَ بِهِ بَصِيراً -١٥-
Wahai manusia! Sesungguhnya kamu telah bekerja keras menuju Tuhan-mu, maka kamu akan menemui-Nya (6).** Maka adapun orang yang catatannya diberikan dari sebelah kanannya (7), maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah (8), dan dia akan kembali kepada keluarganya (yang sama-sama beriman) dengan gembira (9). Dan adapun orang yang catatannya diberikan dari sebelah belakang (10), maka dia akan berteriak, “Celakalah aku!”(11), Dan dia akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka) (12). Sungguh, dia dahulu (di dunia) bergembira di kalangan keluarganya (yang sama-sama kafir) (13). Sesungguhnya dia mengira bahwa dia tidak akan kembali (kepada Tuhan-nya) (14). Tidak demikian, sesungguhnya Tuhan-nya selalu melihatnya (15).
**Manusia di dunia ini baik disadari atau tidak adalah dalam perjalanan kepada Tuhan-nya. Dan pasti dia akan menemui Tuhan-nya untuk menerima pembalasan-Nya dari perbuatannya yang buruk maupun yang baik.
Dalam hatinya berkecamuk….
Wahai manusia! Sesungguhnya kamu telah bekerja keras menuju Tuhan-mu, maka kamu akan menemui-Nya….
Ah…sudahkah aku bekerja keras, mempersiapkan diri untuk pertemuan dengan Allah,..Tuhan yang lisan ini mengaku mencintaiNya, bahkan senantiasa berucap bahwa, sholatku, ibadahku, hidup dan matiku hanya untuk Allah…??? Sudahkah…aku mencurahkan waktu dalam hidup sebagaimana aku mencurahkan untuk urusan duniaku…
Maka adapun orang yang catatannya diberikan dari sebelah kanannya , maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah, dan dia akan kembali kepada keluarganya (yang sama-sama beriman) dengan gembira..
Ya Allah, akankah kelak catatanku diberikan dari sebelah kanan. Akankah kelak aku menerimanya dengan senyum kebahagiaan sebagaimana aku mengambil raportku di sekolah, begitu suara lirih di hati Alif. Bagaimana hisabku kelak? mudah atau ah…tak sanggup aku membayangkannya. Akankah aku kembali berkumpul dengan keluargaku, bersama orang-orang tercinta di syurga…atau mendekam sendiri dalam gelap dan panasnya neraka…na’udzubillah. Padahal berkumpul dengan teman-teman Rohis saja malas…apakah pantas berkumpul bersama orang-orang sholeh di syurga kelak…ya Allah…sungguh Engkau Maha Pengampun.
Alif tak berhenti, ia buka Tafsir Fi Zhilalil Qur’an salah satu buku kesukaannya karya Ustadz Sayyid Quth, ia baca pelan,
Dari ‘Aisyah r.a, Rasulullah SAW bersabda, “barang siapa yang dipertanyakan di dalam hisabnya maka berarti ia akan disiksa.”
Alif semakin tak kuat menahan air matanya, ia terus berdoa sebagaimana doa yang diajarkan oleh Rasulullah. Dari ‘Aisyah r.a., ia berkata, “ aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berdoa di dalam sebagian sholatnya.
“ Ya Allah, hisablah aku dengan hisab yang mudah”
Doa ini menutup kisah Alif kali ini. Insya Allah akan dilanjutkan di waktu berikutnya. Ikuti terus kisah si Alif ya….
Alif menutup perenungannya kali ini dengan doa :
Maha suci Allah dan segala puji bagiMu, saya bersaksi tidak ada Tuhan selain Allah, ampunilah segala kesalahan kami, kepadaMu kami bertaubat dan mohon ampun, dan kepadaMu kelak kami akan kembali ya Allah…
Tak lupa, ia sholat dan berdoa menjelang tidurnya, untuk menutup hidupnya hari ini dengan indah. Dalam hatinya ia selalu berharap kelak ia bisa benar-benar menutupnya dengan sangat indah…amin ya Allah..
Sobat IC…perkenalkan nama saya Alif, tokoh fiksi yang Insya Allah akan menemani Sobat IC semua dalam bertadabur ayat-ayat Al Qur’an melalui kisah. Semoga bisa menumbuhkan rasa cinta kita semua kepada Allah SWT, Al Qur’an, serta Rasulullah. Semoga juga bisa menumbuhkan rasa ingin tahu kita untuk terus menyelami kedalaman samudra Qur’an yang penuh dengan berbagai hikmah. Pada akhirnya, kita akan merasakan bahwa berinteraksi dengan Al Qur’an sungguh sangat nikmat, menyenangkan, menenangkan, menentramkan………….
****
Pagi yang cerah,…dengan senyum, dengan hati yang teramat bahagia Alif ditemani abahnya pagi itu pergi ke sekolah untuk mengambil nilai hasil belajarnya selama satu semester ini. Alif begitu yakin akan memperoleh nilai bagus, dan tentunya akan membahagiakan orang tuanya. Ia selama ini merasa sudah belajar dengan maksimal, PR nya selalu dikerjakan dengan baik, nilai ulangan harian pun tak pernah di bawah 9, apalagi nilai ujian semester tadi rata-ratanya tembus angka 9. Sungguh pencapaian yang luar biasa, pikirnya usaha dan kerja kerasanya selama ini tidaklah sia-sia.
Saat yang dinanti tiba. Dari luar kelas ia mengamati wajah abah dengan raut muka yang cerah menandakan kebahagiaan tak terkira. Dibukanya raport bersampul biru, ia perhatikan nilainya satu per satu. Semua persis seperti perhitungannya.
Menjelang tidur ia buka sekali lagi, ia perhatikan dengan seksama. Kali ini, tiba-tiba ia termenung lama…tiba-tiba butiran kecil keluar dari matanya. Alif menangis…jauh di dalam nuraninya, ia berfikir bahwa selama ini ia sudah berusaha keras untuk urusan nilai pelajaran di sekolahnya dan hasilnya pun cukup memuaskan. Tapi…sudahkan engkau bekerja keras untuk raport di akhiratmu kelak Alif!!!!, begitu bisikan keras yang terulang-ulang di hatinya.
Alif teringat ayat yang dibacakan kakak pendamping ekstrakurikuler Rohis di sekolahnya, Q.S Al Insyiqaq ayat 6 – 15.
يَا أَيُّهَا الْإِنسَانُ إِنَّكَ كَادِحٌ إِلَى رَبِّكَ كَدْحاً فَمُلَاقِيهِ -٦- فَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِيَمِينِهِ -٧- فَسَوْفَ يُحَاسَبُ حِسَاباً يَسِيراً -٨- وَيَنقَلِبُ إِلَى أَهْلِهِ مَسْرُوراً -٩- وَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ وَرَاء ظَهْرِهِ -١٠- فَسَوْفَ يَدْعُو ثُبُوراً -١١- وَيَصْلَى سَعِيراً -١٢- إِنَّهُ كَانَ فِي أَهْلِهِ مَسْرُوراً -١٣- إِنَّهُ ظَنَّ أَن لَّن يَحُورَ -١٤- بَلَى إِنَّ رَبَّهُ كَانَ بِهِ بَصِيراً -١٥-
Wahai manusia! Sesungguhnya kamu telah bekerja keras menuju Tuhan-mu, maka kamu akan menemui-Nya (6).** Maka adapun orang yang catatannya diberikan dari sebelah kanannya (7), maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah (8), dan dia akan kembali kepada keluarganya (yang sama-sama beriman) dengan gembira (9). Dan adapun orang yang catatannya diberikan dari sebelah belakang (10), maka dia akan berteriak, “Celakalah aku!”(11), Dan dia akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka) (12). Sungguh, dia dahulu (di dunia) bergembira di kalangan keluarganya (yang sama-sama kafir) (13). Sesungguhnya dia mengira bahwa dia tidak akan kembali (kepada Tuhan-nya) (14). Tidak demikian, sesungguhnya Tuhan-nya selalu melihatnya (15).
**Manusia di dunia ini baik disadari atau tidak adalah dalam perjalanan kepada Tuhan-nya. Dan pasti dia akan menemui Tuhan-nya untuk menerima pembalasan-Nya dari perbuatannya yang buruk maupun yang baik.
Dalam hatinya berkecamuk….
Wahai manusia! Sesungguhnya kamu telah bekerja keras menuju Tuhan-mu, maka kamu akan menemui-Nya….
Ah…sudahkah aku bekerja keras, mempersiapkan diri untuk pertemuan dengan Allah,..Tuhan yang lisan ini mengaku mencintaiNya, bahkan senantiasa berucap bahwa, sholatku, ibadahku, hidup dan matiku hanya untuk Allah…??? Sudahkah…aku mencurahkan waktu dalam hidup sebagaimana aku mencurahkan untuk urusan duniaku…
Maka adapun orang yang catatannya diberikan dari sebelah kanannya , maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah, dan dia akan kembali kepada keluarganya (yang sama-sama beriman) dengan gembira..
Ya Allah, akankah kelak catatanku diberikan dari sebelah kanan. Akankah kelak aku menerimanya dengan senyum kebahagiaan sebagaimana aku mengambil raportku di sekolah, begitu suara lirih di hati Alif. Bagaimana hisabku kelak? mudah atau ah…tak sanggup aku membayangkannya. Akankah aku kembali berkumpul dengan keluargaku, bersama orang-orang tercinta di syurga…atau mendekam sendiri dalam gelap dan panasnya neraka…na’udzubillah. Padahal berkumpul dengan teman-teman Rohis saja malas…apakah pantas berkumpul bersama orang-orang sholeh di syurga kelak…ya Allah…sungguh Engkau Maha Pengampun.
Alif tak berhenti, ia buka Tafsir Fi Zhilalil Qur’an salah satu buku kesukaannya karya Ustadz Sayyid Quth, ia baca pelan,
Dari ‘Aisyah r.a, Rasulullah SAW bersabda, “barang siapa yang dipertanyakan di dalam hisabnya maka berarti ia akan disiksa.”
Alif semakin tak kuat menahan air matanya, ia terus berdoa sebagaimana doa yang diajarkan oleh Rasulullah. Dari ‘Aisyah r.a., ia berkata, “ aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berdoa di dalam sebagian sholatnya.
“ Ya Allah, hisablah aku dengan hisab yang mudah”
Doa ini menutup kisah Alif kali ini. Insya Allah akan dilanjutkan di waktu berikutnya. Ikuti terus kisah si Alif ya….
Alif menutup perenungannya kali ini dengan doa :
Maha suci Allah dan segala puji bagiMu, saya bersaksi tidak ada Tuhan selain Allah, ampunilah segala kesalahan kami, kepadaMu kami bertaubat dan mohon ampun, dan kepadaMu kelak kami akan kembali ya Allah…
Tak lupa, ia sholat dan berdoa menjelang tidurnya, untuk menutup hidupnya hari ini dengan indah. Dalam hatinya ia selalu berharap kelak ia bisa benar-benar menutupnya dengan sangat indah…amin ya Allah..
Langganan:
Postingan (Atom)


