Banyak artis yang dulu bahagia di puncak karirnya
akhirnya terhantui rasa ”gundah” karena kebahagiaan permanen yang dijanjikan
oleh harta dan popularitas tak kunjung tiba. Sementara konsep ke-Tuhanan yang
di ajarkan agama terdahulunya tidak mampu mengantarkan pada ketenangan
batin.
Sebut saja Cat Steven (kini Yusuf Islam) seorang
penyanyi top Inggris di era 70-an hati yang serba tidak menentu, yg sebelumnya
beragama nasrani ia mulai mencari jalan kedamaian. Budhisme dan falsafah Cina
adalah pintu pertama yang ia ketuk. Tidak puas. Ia pun beralih ke faham
komunis. Kembali tidak puas. Sebab menurutnya konsep ini tidak sesuai dengan
fithrah manusia. Hingga akhirnya pada tahun 1975 ia dihadiahi Al Qur’an dari
kakak kandungnya. Melalui jalan inilah hidayah Allah datang kepadanya. Dan kini
ia pun menjadi salah seorang muslim yg memperjuangkan Islam di Eropa.
Nah kalo di luar negeri
sana selain Cat Steven masih banyak lagi mereka yg kini jadi muslim yg taat.
Sebut saja Will Smith, Cassius Clay alias Muhammad Ali, Antonio Banderas, Emma
Clark, Shah Rukh Khan, dll. Klo yg local dari Indonesia juga ada, sebut
saja penyanyi Chrisye.alm, Ebiet G Ade, WS Rendra, Dian Satro, Verawati Fajrin
(atlet bulutangkis), Natalie Sarah, Sandrina Malakiano, dll…
Dari mana mereka semua
mengenal Allah dan agama Islam ? mereka mengenal Allah bukan melalui zat Allah
tetapi lewat tanda-tanda kebesaran-Nya dan lewat ayat-ayat-Nya. Bahkan
ayat-ayat Allah tersebut terdapat di dalam tubuh kita sendiri. Coba
kita perhatikan firman Allah SWT berikut ini yang terdapat dalam surah
Ath-Thariq:
"Maka hendaklah
manusia memperhatikan dari apakah dia diciptakan? Dia diciptakan dari air yang
terpancar. Yang keluar dari antara tulang sulbi dan tulang dada. Sesungguhnya
Allah benar-benar kuasa untuk mengembalikannya (hidup sesudah mati)."
Dalam ayat di
atas, Allah SWT menyuruh manusia untuk berpikir dan meneliti, bagaimana ia
diciptakan? Dan dari apa dia diciptakan? Jawabannya: Dari air! Sebagaimana kita
jelaskan sebelumnya. Namun dalam kalimat berikutnya, Allah menyebutkan sifat
dari air itu dengan kata ‘daafiq’. Artinya air yang bergerak dan hidup. Dan hal
inilah yang telah dibuktikan oleh ilmu pengetahuan modern. Berdasarkan sains, spermatozoon bergerak
dengan menggunakan ekornya menuju sel telur untuk melakukan pembuahan. Lalu,
bagaimana manusia tidak memperhatikan kebesaran Allah yg terdapat pada
tubuhnya.
Dan Allah
memberikan segalanya kepada manusia sebagai muara cinta-Nya. Langit dan bumi yg
dapat dijadikan tempat tinggal, energy sinar matahari dan udara yang serba
gratis. Lalu manusia yg Allah hanya minta untuk beribadah kepadanya masih
sangat lalai dan alpha.
Jika manusia
sering diberi sesuatu oleh manusia lain amak lama-kelamaan akan tumbuh cinta.
Lalu bagaimana dengan Allah SWT yg tiada henti memberikan segala sesuatunya
kepada kita? Sudah seharusnya kita membalas cinta Allah dengan menjadikan Allah
sebagai segalanya bagi kita. Kalau kita mencintai Allah, sudah seharusnya kita
membuktikan rasa cinta kita lewat beribadah kepada-Nya. Dan cinta kepada Allah
SWT dalam bahasa arab dikenal dengan istilah “Ma’rifatullah”.
Makna Ma’rifatullah
Ma'rifatullah
berasal dari kala ma’rifah dan Allah. Ma'rifah berarti mengetahui,
mengenal. Mengenal Allah bukan melalui zat Allah
tetapi mengenal-Nya lewat tanda-tanda kebesaranNya (ayat-ayatNya).
Pentingnya Ma’rifatullah
·
Seseorang yang mengenal Allah pasti akan tahu tujuan
hidupnya dan tidak tertipu oleh fatamorgana dunia (QS 51:56) .
·
Ma’rifatullah merupakan ilmu yang tertinggi yang harus
difahami manusia (QS 6:122).
Hakikat ilmu adalah memberikan
keyakinan kepada yang mendalaminya. Ma’rifatullah adalah ilmu yang tertinggi
sebab jika difahami memberikan keyakinan mendalam. Memahami Ma’rifatullah juga
akan mengeluarkan manusia dari kegelapan kebodohan kepada cahaya hidayah yang
terang [6:122] .
·
Berilmu dengan ma’rifatullah sangat penting karena:
a)
Berhubungan dengan obyeknya, yaitu Allah Sang Pencipta.
b)
Berhubungan dengan manfaat yang diperoleh, yaitu
meningkatkan keimanan dan ketaqwaan, yang dengannya akan diperoleh
keberuntungan dan kemenangan.
Jalan untuk lebih mengenal Allah
Untuk lebih menumbuhkan rasa cinta kepada Allah SWT, mari kita check sebuah
ayat “Kauniyah” (ayat yg tersebar di
alam raya) yg menunjukkan kebesaran Allah SWT dalam QS. An-Nahl: 10-17 yang
artinya:
Dia-lah yang telah
menurunkan air hujan dari langit untuk kamu, sebagiannya menjadi minuman dan
sebagiannya menyuburkan tumbuh-tumbuhan, yang pada (tempat tumbuhnya) kamu
menggembalakan ternakmu. Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu
tanam-tanaman; zaitun, korma, anggur, dan segala macam buah-buahan.
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda (kekuasaan Allah)
bagi kaum yang memikirkan. Dan Dia menundukkan malam dan siang, matahari dan
bulan untukmu. Dan bintang-bintang itu ditundukkan (untukmu) dengan
perintah-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda-tanda
(kekuasaan Allah) bagi kaum yang memahami(nya), dan Dia (menundukkan pula) apa
yang Dia ciptakan untuk kamu di bumi ini dengan berlain-lainan macamnya.
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan
Allah) bagi kaum yang mengambil pelajaran. Dan Dia-lah, Allah yang menundukkan
lautan (untukmu), agar kamu dapat memakan daripadanya daging yang segar (ikan),
dan kamu mengeluarkan dari lautan itu perhiasan yang kamu pakai; dan kamu
melihat bahtera berlayar padanya, dan supaya kamu mencari (keuntungan) dari
karunia-Nya, dan supaya kamu bersyukur. Dan Dia menancapkan gunung-gunung di
bumi supaya bumi itu tidak goncang bersama kamu, (dan Dia menciptakan)
sungai-sungai dan jalan-jalan agar kamu mendapat petunjuk, dan Dia ciptakan)
tanda-tanda (penujuk jalan). Dan dengan bintang-bintang itulah mereka mendapat
petunjuk. Maka apakah (Allah) yang menciptakan itu sama dengan yang tidak dapat
menciptakan (apa-apa)? Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?
Ayat kauniyah juga
terdapat dalam beberapa ayat dlm A-Qur’an seperti pada :
1. fenomena
terjadinya alam (52:35),
2. fenomena kehendak
yang tinggi(67:3)
3. fenomena kehidupan
(24:45)
4. fenomena petunjuk
dan ilham (20:50)
Sedangkan di dalam
A-Qur’an terdapat pula ayat “Qouliyah” seperti pada:
1. keindahan Al-Qur'
an (2:23)
2. pemberitahuan
tentang umat yang lampau [9:70]
3. pemberitahuan tentang
kejadian yang akan datang (30:1-3, 8:7, 24:55)
Untuk lebih
mengenal Allah dapat juga dilakukan dengan memahami Nama-nama Baik Allah atau
Asma’ul Husna. Beberapa contohnya yaitu:
1.
Allah sebagai Al-Khaliq (40:62)
Allah sebagai Al-Khaliq (40:62)
2. Allah sebagai
pemberi rizqi (35:3, 11:6)
3. Allah sebagai
pemilik (2:284)
Hal-hal yang menghalangi ma’rifatullah
1.
Kesombongan (QS 7:146; 25:21).
2.
Dzalim (QS 4:153) .
3.
Bersandar pada panca indera (QS 2:55) .
4.
Dusta (QS 7:176) .
5.
Membatalkan janji dengan Allah (QS 2:2&-27) .
6.
Berbuat kerusakan/Fasad .
7.
Lalai (QS 21:1-3) .
8.
Banyak berbuat maksiyat .
9.
Ragu-ragu (QS 6:109-110)
Semua sifat diatas
merupakan bibit-bibit kekafiran kepada Allah yang harus dibersihkan dari hati.
Sebab kekafiranlah yang menyebabkan Allah mengunci mati, menutup mata dan
telinga manusia serta menyiksa mereka di neraka. (QS 2:6-7)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar