Rabu, 02 November 2011

ALLAH Segalanya Bagiku




Banyak artis yang dulu bahagia di puncak karirnya akhirnya terhantui rasa ”gundah” karena kebahagiaan permanen yang dijanjikan oleh harta dan popularitas tak kunjung tiba. Sementara konsep ke-Tuhanan yang di ajarkan agama terdahulunya tidak mampu mengantarkan pada ketenangan batin. 
Sebut saja Cat Steven (kini Yusuf Islam) seorang penyanyi top Inggris di era 70-an hati yang serba tidak menentu, yg sebelumnya beragama nasrani ia mulai mencari jalan kedamaian. Budhisme dan falsafah Cina adalah pintu pertama yang ia ketuk. Tidak puas. Ia pun beralih ke faham komunis. Kembali tidak puas. Sebab menurutnya konsep ini tidak sesuai dengan fithrah manusia. Hingga akhirnya pada tahun 1975 ia dihadiahi Al Qur’an dari kakak kandungnya. Melalui jalan inilah hidayah Allah datang kepadanya. Dan kini ia pun menjadi salah seorang muslim yg memperjuangkan Islam di Eropa.
Nah kalo di luar negeri sana selain Cat Steven masih banyak lagi mereka yg kini jadi muslim yg taat. Sebut saja Will Smith, Cassius Clay alias Muhammad Ali, Antonio Banderas, Emma Clark, Shah Rukh Khan, dll.  Klo yg local dari Indonesia juga ada, sebut saja penyanyi Chrisye.alm, Ebiet G Ade, WS Rendra, Dian Satro, Verawati Fajrin (atlet bulutangkis), Natalie Sarah, Sandrina Malakiano, dll…
Dari mana mereka semua mengenal Allah dan agama Islam ? mereka mengenal Allah bukan melalui zat Allah tetapi lewat tanda-tanda kebesaran-Nya dan lewat ayat-ayat-Nya. Bahkan ayat-ayat Allah tersebut terdapat di dalam tubuh kita sendiri. Coba kita perhatikan firman Allah SWT berikut ini yang terdapat dalam surah Ath-Thariq:
"Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah dia diciptakan? Dia diciptakan dari air yang terpancar. Yang keluar dari antara tulang sulbi dan tulang dada. Sesungguhnya Allah benar-benar kuasa untuk mengembalikannya (hidup sesudah mati)."

Dalam ayat di atas, Allah SWT menyuruh manusia untuk berpikir dan meneliti, bagaimana ia diciptakan? Dan dari apa dia diciptakan? Jawabannya: Dari air! Sebagaimana kita jelaskan sebelumnya. Namun dalam kalimat berikutnya, Allah menyebutkan sifat dari air itu dengan kata ‘daafiq’. Artinya air yang bergerak dan hidup. Dan hal inilah yang telah dibuktikan oleh ilmu pengetahuan modern.  Berdasarkan sains, spermatozoon bergerak dengan menggunakan ekornya menuju sel telur untuk melakukan pembuahan. Lalu, bagaimana manusia tidak memperhatikan kebesaran Allah yg terdapat pada tubuhnya.
Dan Allah memberikan segalanya kepada manusia sebagai muara cinta-Nya. Langit dan bumi yg dapat dijadikan tempat tinggal, energy sinar matahari dan udara yang serba gratis. Lalu manusia yg Allah hanya minta untuk beribadah kepadanya masih sangat lalai dan alpha.
Jika manusia sering diberi sesuatu oleh manusia lain amak lama-kelamaan akan tumbuh cinta. Lalu bagaimana dengan Allah SWT yg tiada henti memberikan segala sesuatunya kepada kita? Sudah seharusnya kita membalas cinta Allah dengan menjadikan Allah sebagai segalanya bagi kita. Kalau kita mencintai Allah, sudah seharusnya kita membuktikan rasa cinta kita lewat beribadah kepada-Nya. Dan cinta kepada Allah SWT dalam bahasa arab dikenal dengan istilah “Ma’rifatullah”.

Makna Ma’rifatullah
Ma'rifatullah berasal dari kala ma’rifah dan Allah. Ma'rifah berarti mengetahui, mengenal. Mengenal Allah bukan melalui zat Allah tetapi mengenal-Nya lewat tanda-tanda kebesaranNya (ayat-ayatNya).

Pentingnya Ma’rifatullah
·         Seseorang yang mengenal Allah pasti akan tahu tujuan hidupnya dan tidak tertipu oleh fatamorgana dunia (QS 51:56)  .
·         Ma’rifatullah merupakan ilmu yang tertinggi yang harus difahami manusia (QS 6:122).
Hakikat ilmu adalah memberikan keyakinan kepada yang mendalaminya. Ma’rifatullah adalah ilmu yang tertinggi sebab jika difahami memberikan keyakinan mendalam. Memahami Ma’rifatullah juga akan mengeluarkan manusia dari kegelapan kebodohan kepada cahaya hidayah yang terang [6:122] .
·         Berilmu dengan ma’rifatullah sangat penting karena:
a)       Berhubungan dengan obyeknya, yaitu Allah Sang Pencipta.
b)       Berhubungan dengan manfaat yang diperoleh, yaitu meningkatkan keimanan dan ketaqwaan, yang dengannya akan diperoleh keberuntungan dan kemenangan.

Jalan untuk lebih mengenal Allah
Untuk lebih menumbuhkan rasa cinta kepada Allah SWT, mari kita check sebuah  ayat “Kauniyah” (ayat yg tersebar di alam raya) yg menunjukkan kebesaran Allah SWT dalam QS. An-Nahl: 10-17 yang artinya:
Dia-lah yang telah menurunkan air hujan dari langit untuk kamu, sebagiannya menjadi minuman dan sebagiannya menyuburkan tumbuh-tumbuhan, yang pada (tempat tumbuhnya) kamu menggembalakan ternakmu. Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanam-tanaman; zaitun, korma, anggur, dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memikirkan. Dan Dia menundukkan malam dan siang, matahari dan bulan untukmu. Dan bintang-bintang itu ditundukkan (untukmu) dengan perintah-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memahami(nya), dan Dia (menundukkan pula) apa yang Dia ciptakan untuk kamu di bumi ini dengan berlain-lainan macamnya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang mengambil pelajaran. Dan Dia-lah, Allah yang menundukkan lautan (untukmu), agar kamu dapat memakan daripadanya daging yang segar (ikan), dan kamu mengeluarkan dari lautan itu perhiasan yang kamu pakai; dan kamu melihat bahtera berlayar padanya, dan supaya kamu mencari (keuntungan) dari karunia-Nya, dan supaya kamu bersyukur. Dan Dia menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi itu tidak goncang bersama kamu, (dan Dia menciptakan) sungai-sungai dan jalan-jalan agar kamu mendapat petunjuk, dan Dia ciptakan) tanda-tanda (penujuk jalan). Dan dengan bintang-bintang itulah mereka mendapat petunjuk. Maka apakah (Allah) yang menciptakan itu sama dengan yang tidak dapat menciptakan (apa-apa)? Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?

Ayat kauniyah juga terdapat dalam beberapa ayat dlm A-Qur’an seperti pada :
1.       fenomena terjadinya alam (52:35),
2.       fenomena kehendak yang tinggi(67:3)
3.       fenomena kehidupan (24:45)
4.       fenomena petunjuk dan ilham (20:50)

Sedangkan di dalam A-Qur’an terdapat pula ayat “Qouliyah” seperti pada:
1.       keindahan Al-Qur' an (2:23)
2.       pemberitahuan tentang umat yang lampau [9:70]
3.       pemberitahuan tentang kejadian yang akan datang (30:1-3, 8:7, 24:55)

Untuk lebih mengenal Allah dapat juga dilakukan dengan memahami Nama-nama Baik Allah atau Asma’ul Husna. Beberapa contohnya yaitu:
1.       Allah sebagai Al-Khaliq (40:62)
2.       Allah sebagai pemberi rizqi (35:3, 11:6)
3.       Allah sebagai pemilik (2:284)

Hal-hal yang menghalangi ma’rifatullah 
1.       Kesombongan (QS 7:146; 25:21).
2.       Dzalim (QS 4:153) .
3.       Bersandar pada panca indera (QS 2:55) .
4.       Dusta (QS 7:176) .
5.       Membatalkan janji dengan Allah (QS 2:2&-27) .
6.       Berbuat kerusakan/Fasad .
7.       Lalai (QS 21:1-3) .
8.       Banyak berbuat maksiyat .
9.       Ragu-ragu (QS 6:109-110)
Semua sifat diatas merupakan bibit-bibit kekafiran kepada Allah yang harus dibersihkan dari hati. Sebab kekafiranlah yang menyebabkan Allah mengunci mati, menutup mata dan telinga manusia serta menyiksa mereka di neraka.     (QS 2:6-7)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar