Selasa, 01 November 2011

Ter-Untuk Pemuda Yang Luar Biasa


Pancaran segar nan ceria slalu nampak terbingkai di paras nya
Senyum simpul dengan balutan tatapan optimis itu ciri nya
Rangkaian kata yg penuh energi slalu terungkap dari lisan mulia nya
Cerdas dan kreatif dalam tuangkan ide-ide visioner nya
Pembawaan bersahaja, patuh dan hormat pada orang tua itu pegangannya
Cinta Allah dan rasul Nya itu lah prinsip hidup Nya
Ya Dia lah pemuda kebanggaan keluarga
Dicinta sahabat serta orang disekitar nya
Pemegang Amanah bangsa dan Negara
Semangat berkobar menebar kebaikan hanya karena Allah semata
Tak pernah terhenti langkah nya smpai jika sudah terindera letak surga bagi nya

Wahai pemuda yg luar biasa, amanah besar ada di punggung mu, tunaikan dgn kemampuan terbaikmu dan reguk lah balasan terindah dari Nya

Untuk Para Pemuda "with LoVe"


 Sobat IC (Iqra' Club) yg keren karena dicintai Allah, jauh dr sekedar sebuah perayaan, sebenarnya ada makna yg sungguh indah utk digali dari Sumpah pemuda, salah satunya adalah semangat optimisme para pemuda, optimis untuk membangun peradaban yang lebih baik, lebih bermartabat dan semangat mambangun generasi yg full barokah, generasi baru yg siap menyambut tongkat estafet kesejahteraan negeri ini, siapa lagi kalau bukan kalian lah orangnya, pemuda Robbani, yg dicintai Allah, disayang keluarga dan teman-teman serta selalu menebar kasih sayang pada sesamanya.
Tau gak sobat IC, posisi kalian itu sangat istimewa dihadapan Rabb kita, apalagi kalau sobat semua jg mencintainya maka Allah pun akan membalas cinta kalian itu dengan berlipat-lipat lebih banyak dari apa yg paling bisa kalian berikan, itulah wujud kasih sayang Allah pada pemuda shalih yg takwa pada Nya J so mudah kan bagaimana cara nya agar kita menjadi pemuda yg dicintainya, cuma 1 kunci nya “TAKWA” dengan takwa itu lah Allah akan membalas kita dengan kado cinta dariNya, kado cinta teruntuk pemuda istimewa.
Dari Abu Hurairah ra berkata bahwa Rasulullah saw bersabda:
“Allah swt berfirman, ‘Aku tergantung sangkaan hamba-Ku kepada-Ku, dan Aku bersamanya apabila dia mengingat-Ku. Jika dia mengingat-Ku didalam hatinya, maka Aku mengingat dia di dalam hati-Ku; dan jika dia mengingat-Ku dalam suatu majlis, maka Aku mengingat dia di dalam majlis yang lebih baik dari mereka (yaitu majlis para malaikat yang ma’shum dan tanpa dosa). Jika dia mendekati-Ku sejengkal, maka Aku mendekatinya sehasta, jika dia mendekati-Ku sehasta, maka Aku mendekatinya sedepa dan jika di mendekati-Ku dengan berjalan maka Aku mendekatinya dengan berlari." (HR Bukhari, Muslim, Ahmad, Tirmidzi, Nisai dan Ibnu Majah)

Seteguh pemuda kahfi
Dengan kalimat suci Allah mengabadikan kisahnya dalam kitab yang senantiasa terjaga. Tujuh orang pemuda beriman yang menjadi ayat teladan para pejuang sepanjang zaman. Siapa mereka hayoo ??? :-D yup 100 bagi yg tahu,benar merekalah pemuda kahfi yang teguh berjuang melawan super power Imperatur Romawi. Perjuangan menegakkan tauhid yang gak pernah lapuk oleh panas dan hujan badai ujian. Dahsyatnya tekanan semakin membuat mereka berkobar untuk melawan. Celaan dan hinaan pun gak membuatnya bergeming untuk mundur. Bahkan dahsyatnya dinding penjara laksana taman surga yang didamba setiap jiwa. Sampai akhirnya mereka rela meninggalkan gemerlapnya istana menuju gua demi sebuah misi mentauhidkan Allah di saat semua manusia menyekutukan-Nya. Luar biasa kisah mereka sampai Allah mengabadikannya dalam ayat suci-Nya. ` (Al Kahfi:13).
 Sobat utk selanjutnya kita-kita kan yg melanjutkannya ;-)

S    Setegar Ashabul Uhdud
Inilah kisah pemuda perkasa yang menakjubkan setiap orang yang membacanya. Ialah pecinta sejati yang kisahnya wangi dalam kalam ilahi. Saking wanginya nih sobat, sampai-sampai dicantumkan dalam salah satu surah di Al Quran,ckckck... surat apakah itu ??? jawabannya adalah ....eng..ing..eng... surat Al Buruj, (Subhanallah yah J). Perjalanannya penuh kegetiran yang mendera jiwa, perjuangan-nya penuh duka nestapa yang hampir menggoncang keimanannya, tapi ia tetap tegar. Sampai akhirnya para thogut membuat makar tuk membuat matanya terpejam selamanya. Ia tetap gagah perkasa. Keikhlasan imannya membuat ia “murah” menjual dirinya dalam perjuangan. Akhirnya iapun syahid dalam cinta-Nya. Semua umat ber-iman pada Allah lewat baktinya. Betapa ia telah menjadi tauladan bagi umat di zamannya. Begitulah seharusnya pemuda perkasa.

Sobat IC yg selalu ceria, generasi kebangkitan yang kita dambakan adalah mereka yang memiliki keimanan yang kuat serta cita-cita mengembalikan umat menuju kejayaan dan keteladanan Islam di seluruh dunia. Membimbing  manusia ke jalan Allah SWT. Generasi yang istiqomah melakukan amar makruf nahi munkar. Rasulullah SAW besabda:

“ Katakanlah yang benar, meskipun pahit(akibatnya).”
( terjemahan HR Ibnu Hibban).

Memang kebenaran itu sangat pahit, sehingga memenggalkan kepala. Kebenaran itu pahit sehingga melenyapkan nyawa. Dan , kebenaran itu pahit, sehingga mengalirkan darah. Tetapi katakanlah yang benar, meskipun dia sangat pahit.
Sobat IC yang gaul dan kereen abiiz, hanya dengan berjuang kejayaan Islam akan kembali berseri-seri. Oleh karena itu tak ada kata lain selain kita harus berjuang, berjuang dan terus berjuang, dan janganlah berbahagia hingga kakimu menginjak di surga. Begitulah seharusnya pemuda perkasa yang penuh dengan cinta.
Sobat, apa keistimewaan kita dihadapan bangsa-bangsa lain? Keistimewaan kaum muslimin dihadapan umat atau bangsa yang lainnya adalah bahwa kita beramar makruf, bernahi munkar, dan beriman kepada Allah SWT, okey sobat ?? ayyuk kita sama-sama bersemangat untuk membangun peradaban, peradaban islam nan elok nian.

We Are The Future #1


Dalam setiap perubahan yang ada di dunia ini selalu diawali dan digerakkan oleh para pemuda. Perubahan bisa menjurus ke arah kebenaran (keimanan) dan kesesatan. Islam memang memandang pemuda sebagai manusia yang penuh tanggung jawab yang harus melakukan perubahan ke arah kebenaran. Jika pada kenyataannya para pemuda tidak melakukan perubahan ke arah kebenaran, maka Allah SWT akan mendatangkan pemuda-pemuda lainnya yang lebih baik dengan kriteria sebagai berikut : (QS. An Nisaa 4:54)
-          Allah cinta kepada mereka, mereka pun mencintai Allah
-          Bersikap lembut terhadap sesama muslim dan bersikap keras kepada orang kafir
-          Tidak takut celaan orang-orang yang mencela

Sepanjang sejarah peradaban, seiap perubahan di usung dan diperjuangkan oleh generasi yg mayoritas adalah seorang pemuda. Ambil contoh proklamasi kemerdekaan RI dimana para pemuda (Wikana, Darwis, Sukani, Sayuti Melik, menculik Ir Soekarno dan Drs Moh. Hatta untuk mencegah kedua tokoh tersebut dari usaha pembunuhan dan penyanderaan yg akan dilakukan Jepang, serta mendesak mereka segera memproklamirkan kemerdekaan RI. Kemudian berlanjut dengan perjuangan-perjuangan lain di Indonesia yg berusaha mengakhiri penindaan penjajah Belanda baik melalui organisasi yg di bentuknya maupun melalui perjuangan fisik yg heroik. Lagi-lagi pemuda sebagai ujung terdepan perjuangan tersebut.
Mengapa demikian…? Karena dalam diri pemuda mempunyai karakteristik kritis, dinamis, reaktif, kreatif dan inovatif. Selain itu juga pemuda mempunyai jiwa yang relatif masih bersih dari polusi sekitar, karena mereka masih dalam proses memilih dan memilah hati dirinya untuk cita-cita masa depannya. Hal tersebut semua berpotensi ke arah kebenaran (keimanan) maupun ke arah kejahatan (kebathilan), tergantung apa dan bagaimana sikap dia terhadap input yang masuk padanya, serta di lingkungan mana dia dominan. Berikut adalah pengertian singkat dari karakteristik yg dimiliki oleh pemuda:
1.  Kritis
Para pemuda tidak mudah begitu saja menerima apa yang telah ada secara rutin terjadi di sekelilingnya. Hal itu bisa terlihat dengan sikap kritisnya terhadap apa yang terbiasa dilakukan generasi sebelumnya. Baik dengan cara mempertanyakan mengapa  dan bagaimana hal itu terjadi ataupun dengan cara mengabaikannya sama sekali karena merasa tidak memerlukannya.
Dan juga kecenderungan mereka terhadap sejarah, ada yang mensikapi sebagai berikut : bahan pengetahuan saja (sekedar memuaskan rasa ingin tahunya), mengambil pelajaran supaya tidak terulang (sejarah yang buruk) dan merubah/memperbaiki sejarah.

2.  Dinamis
Pemuda mempunyai sikap tidak mau/betah terhadap kestatisan, kejumudan maupun kemapanan. Pemuda lebih suka terhadap perubahan, baik itu perbaikan maupun penghancuran. Mereka senantiasa ingin bergerak, mengalir laksana air tidak tinggal diam karena ditunjang oleh emosi dan semangat dan bergelora.

3.  Reaktif
Seperti halnya teori aksi dan reaksi, para pemudalah yang mempunyai kepedilian (reaksi) terhadap aksi yang terjadi pada lingkungan sekitarnya baik dalam arti positif maupun dengan pengertian negatif.  Terhadap hal-hal yang bersifat ajakan, cegahan, pelanggaran maupun dukungan, bahkan sebagai ujung tombak kepedulian. Ini terjadi karena secara fisik masih kuat dan tingkat emosinya tinggi.

4.  Kreatif dan inovatif
Disamping itu pemuda senang pada sesuatu yang baru baik dari cara maupun isi, yang haq maupun yang bathil, tergantung kecenderungan dirinya ke arah mana ia berjalan. Mereka kreatif untuk mewujudkan konsep/kaidah-kaidah yang diyakininya, dan juga daya inovasinya tinggi untuk memperbaiki kreasi-kreasi yang telah ada sebelumnya. Mereka tidak kering dengan ide-ide segar untuk mewujudkan konsep/kaidah yang diyakininya tersebut, baik itu bersifat positif maupun negatif.
Karena pemuda masih dalam proses memilah dan memilih mana yang baik untuk dirinya, maka mereka terkadang plin-plan, kemana angin bertiup mereka ikut, (contoh : trend). Daya seleksi mereka tergantung dari lingkungan yang berada di sekitarnya, wawasan/pengetahuan yang dipunyainya, maupun kecenderungan moral yang biasa dengannya. Akan tetapi ketika telah menjatuhkan pilihannya mereka akan tegas mempertahankan keyakinannya. Mereka termasuk tahan banting terhadap resiko yang dihadapi; ketika sudah memilah dan memilih apa yang ia yakini dan harus diperjuangkannya.

Kondisi dan Lingkungan Pemuda

Kalau dulu pada zaman penjajahan, kondisi lingkungan membuat para pemuda pada era tersebut menjadi sosok yg luar biasa. Bagaimana dengan pemuda saat ini dengan lingkungan yg jauh berbeda. Lebih tenang dan damai, namun bisa melenakan lho…
Jika kita memandang pada kondisi yang ada dewasa ini, di tengah derasnya arus globalisasi dan informasi, terlihat bahwa para pemuda tidak terarah pada tugas dan tanggung jawab yang ada pada pundaknya sebagai generasi yang kelak akan melanjutkan kehidupan masa depan, seharusnya selektif dan teliti terhadap arah dan dampak dari arus globalisasi tersebut.
Perhatian sebagian pemuda saat ini sudah tidak berorientasi kepada suatu usaha untuk menciptakan kondisi masyarakat yang mengindahkan kebenaran dan kebaikan, baik karena kondisi pribadi maupun karena rekayasa. Hal tersebut tidak hanya melanda pemuda-pemudi non muslim tapi juga sangat berdapak pada pola hidup pemuda-pemudi muslim.
Fenomena ini sangat gamblang terlihat pada saat kita menyaksikan betapa antusiasnya pemuda-pemudi muslim untuk hadir dalam setiap acara-acara yang jelas merupakan usaha untuk menjauhkan umat muslim dari pola hidup Islami.
                Saat ini generasi muda disibukkan dengan film-film amoral, cerpen percintaan (picisan), pornografi (film, gambar, bacaan, pakaian, internet, dll), lagu-lagu yang melalaikan, frustasi, dan cengeng. Mengagumi artis yang berpenampilan glamour dan bermoral bejad, pecandu makanan/minuman terlarang. Dan kondisi-kondisi lain yang menipu, maupun penipuan-penipuan yang dilakukan secara sistematis dan terselubung.
                Tema-tema remaja yang berisikan tentang sex, song, sport terasa mempunyai daya magnet tersendiri terhadap kehidupan remaja, tanpa terasa pemuda muslim berkerumum di sekelilingnya, tak ubahnya seperti laron-laron yang berkerumum di lampu neon yang sebenarnya justru membahayakan dirinya.
                Kita harus sadar bahwa sebagian dari kita tertipu oleh lingkungan yang hanya terlihat secara lahir saja tetapi di dalamnya banyak hal yang melalaikan bahkan bejad.
                Penyelewengan melanda di sekitar kita, termasuk pada keindahan/seni, fun, dan sport (olah raga) yang diselewengkan. Memang kita harus akui bahwa seni merupakan bagian dari keindahan atau justru keindahan itu adalah seni.
Hasil karya apapun, aspek keindahan/estetika/seni menjadi penentu dalam hal kesempurnaannya. Akan tetapi dunia seni sekarang bermakna rancu, dengan slogan “seni untuk seni” dijadikan alat bagi para seniman untuk berkelit dari seni-seni amoral. Misal : eksploitasi wanita telanjang sebagai obyek seni, tari-tarian erostis, syair-syair yang merangsang birahi, atau bahkan merongrong ke-Esaan Alloh SWT.
Kita juga bisa melihat kepada aspek sport yang kita terasa ternyata adalah media pamer aurot yang sebenarnya dengan pakaian layak pun tidak mengurangi keleluasaan bergerak.
Juga dalam bidang sosial, penyelewengan anti kebebasan dan sebuah kebinalan, pelestarian kebudayaan sebagai bungkus dari pelestarian norma-norma anti agama, dan penyelewengan ke-Maha Esaan Allah SWT (kemusyrikan). Dan juga penyelewengan bahasa, dari kata “demi kepentingan orang banyak” sebagai ganti kata keserakahan, kekuasaan untuk dirinya dan lain sebagainya. Dalam kondisi pintu kejahatan (kebathilan) terbuka lebar dan kebenaran (keimanan) tertutupi kabut seperti itulah, para pemuda muslim hidup di lingkungan sekitarnya.

 

Pertanyaan kepada mentee untuk bahan diskusi:

1.       Melihat kondisi lingkungan saat ini, bagaimana seharusnya pemuda-pemudi islam harusnya bersikap ?
2.       Apa peran yg dapat dilakukan pemuda-pemudi islam untuk mengubah kondisi lingkungan tersebut ?



Bagaimana Pemuda Muslim Bersikap

Dengan karakteristik kepemudaan yang telah dijabarkan pada bagian sebelumnya dan dengan tantangan kondisi dan lingkungan yang dihadapi oleh kita para pemuda muslim, maka selayaknyalah kita mawas diri terhadap sisi mana kita akan berpihak. Semangat pemuda yg sedang bergejolak, hendaknya juga dimanfaatkan oleh para pemuda muslim untuk cermat melihat lingkungan dan berupaya untuk mengubah bila kondisi lingkungan tersebut tidak sesuai dengan aturan yg Allah SWT sudah tetapkan.  Para pemuda adalah sosok yg paling mampu membuat perubahan tersebut. Karena di dalam dirinya terdapat serangkaian potensi yg tengah membara. Apa saja potensinya..? Berikut adalah potensi yg dimilikinya:
1.  Hamasah (semangat)
        Dengan semangatnya Thomas Alfa Edison muda berhasil membuat penemuan besar. Dan dengan semangat dan keberanian pula pemuda masa lalu menggalang persatuan Nusantara dengan Sumpah Pemuda dan ngotot minta Soeharto dan Hatt segera melakukan Proklamasi. Begitu pula ketika Reformasi 28 Mei 1998.

2.  Quwwatul Jasad (kuat fisiknya)

3.  Qolban Saliman  (masih bersih hatinya)
        Pemuda adalah sosok yang polos, jujur, jernih dan tajam nuraninya, belum terlalu banyak dikotori oleh ambisi dan pikiran-pikiran culas. Sehingga jujur  dalam menyatakan kebenaran dan mengkritik kebathilan.

4.  Aqlan Dzakkiyan (cerdas akalnya)
        Usia pemuda (pelajar) adalah usia yang sangat tepat untuk mempelajari segala ilmu penetahuan. Pada usia ini ingatan seseorang masih kuat, pikiran masih tajam, kreatif, dan inovatif. Maka benarlah jika ada pepatah mengatakan, Belajar di masa muda bagai melukis di atas batu, belajar di masa tua bagai melukis di atas air.

Potensi-potensi inilah yg digunakan setiap pemuda untuk mengubah kondisi lingkungannya menjadi lebih baik, atau bahkan membuat tatanan kehidupan baru berupa peradaban yg lebih baik dari peradaban sebelumnya. Kita lihat beberpa contoh sikap para pemuda ketika melihat kondisi lingungan yg buruk kemudian membuat sebuah usaha perbaikan.
                Sikap Nabi Ibrahim as yg mendapati ayahnya adalah seorang pembuat patung berhala yg disembah kaumnya pada waktu itu. Ia pun membuat sebuah argumentasi sebagai bentuk penyadaran kepada sang ayah:

Ingatlah ketika Ibrohim berkata kepada Bapaknya, “Wahai bapakku, mengapa engkau menyembah sesuatu yang tidak dapat mendengar, tidak melihat dan tidak dapat menolong sedikitpun ?” (QS. Maryam (19):42)
Sikap kritis yang ditunjukkan Nabi Ibrohim AS terhadap adat yang terjadi secara turun temurun dari kaumnya. Seperti dikisahkan dalam Al Qur’an, Asy Syu’aro (26) :70-80 berikut (artinya):

“Ketika Ibrohim berkata kepada bapaknya dan kaumnya ‘Apakah yang kamu sembah?’”
Kemudian kaumnya menjawab dengan tegas, walaupun dari suatu keyakinan yang salah.
“Mereka (kaumnya) menjawab : ‘Kami menyembah berhala-berhala dan kami senantiasa menyembahnya’”.

Dengan kritis Ibrohim AS menanyakan alasan (argumentasi mereka menyembah berhala dari segi kemanfaatan dan pengetahuannya).
“Berkata Ibrohim, ‘Apakah berhala-berhala itu mendengar (do’a)mu sewaktu kamu berdo’a (kepadanya) ? Atau dapatkan mereka memberi manfaat kepadamu atau memberi mudhorot?’”
Ternyata dengan pertanyaan kritis seperti itu, mereka mengaku bahwa memang tidak ada pengetahuan atasnya.
“Mereka menjawab, ‘(Bukan karena itu) Sebenarnya kami mendapati nenek moyang kami berbuat demikian’”.
Kemudian Ibrohim AS memberikan penjelasan
“Ibrohim berkata, ‘Maka apakah kamu telah memperhatikan apa yang selalu kamu sembah, kamu dan nenek moyang kamu terdahulu ? Karena sesungguhnya apa yang kamu sembah itu adalah musuhku, kecuali Robb semesta alam’”.
Kemudian Ibrohim menerangkan fungsi Robb semesta alam tersebut dengan perkataan :
“(yaitu Robb) Yang telah menciptakan aku, maka Dia-lah yang menunjuki aku, dan Robb-ku Dia-lah Yang memberi makan dan minum kepadaku, dan apabila aku sakit Dia-lah yang menyembuhkan aku dan yang akan mematikanku kemudian akan menghidupkan aku (kembali), dan Dia-lah Yang amat aku inginkan mengampuni kesalahanku pada hari qiyamah”

Begitulah sikap kritis yang ditunjukkan Nabi Ibrohim As yang beliau memberikan contoh untuk tidak menerima begitu saja kebiasaan (adat) yang terjadi di lingkungan sekitarnya apalagi menyangkut eksistensi Pencipta.
Ia pun akhirnya membuat sebuah usaha perbaikan untuk menghilangkap penyembahan terhadap berhala dan kembali kepada penyembahan terhadap Allah SWT. Cobaan yg menimpanya bukan cobaan yg ringan, Nabi Ibrahim as berani melawan Tirani Raja Namrud yg menguasai peradaban pada waktu itu dengan penyembahan terhadap berhalanya. Ia pun harus melewati cobaan api yg luar biasa. Dibakar hidup2 sebagai hukuman atas penentangannya. Dan Allah SWT pun menunjukkan kekuasaannya
                Jadi begitulah seharusnya para pemuda muslim bersikap terhadap lingkungannya yg kurang baik. Mereka tidak hanya melihat dengan matanya. Namun memikirkan bagaimana agar kondisi lingkungannya menjadi lebih baik lagi. Berfikir secara mendalam, kemudian mengaplikasikan apa yang bisa dilakukannya untuk menciptakan kondisi lingkungan yg lebih baik lagi.  Melakukan perbaiakn kea rah yg terbaik sebagaimana Allah telah gariskan di dalam Al-Qur’an. Melakukan perubahan dengan kebaikan dan keindahan Islam sebagai identitas diri kita.