بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
Sobat IC…perkenalkan
nama saya Alif, tokoh fiksi yang Insya Allah akan menemani Sobat IC
semua dalam bertadabur ayat-ayat Al Qur’an melalui kisah. Semoga bisa
menumbuhkan rasa cinta kita semua kepada Allah SWT, Al Qur’an, serta
Rasulullah. Semoga juga bisa menumbuhkan rasa ingin tahu kita untuk
terus menyelami kedalaman samudra Qur’an yang penuh dengan berbagai
hikmah. Pada akhirnya, kita akan merasakan bahwa berinteraksi dengan Al
Qur’an sungguh sangat nikmat, menyenangkan, menenangkan,
menentramkan………….
****
Pagi yang cerah,…dengan
senyum, dengan hati yang teramat bahagia Alif ditemani abahnya pagi itu
pergi ke sekolah untuk mengambil nilai hasil belajarnya selama satu
semester ini. Alif begitu yakin akan memperoleh nilai bagus, dan
tentunya akan membahagiakan orang tuanya. Ia selama ini merasa sudah
belajar dengan maksimal, PR nya selalu dikerjakan dengan baik, nilai
ulangan harian pun tak pernah di bawah 9, apalagi nilai ujian semester
tadi rata-ratanya tembus angka 9. Sungguh pencapaian yang luar biasa,
pikirnya usaha dan kerja kerasanya selama ini tidaklah sia-sia.
Saat
yang dinanti tiba. Dari luar kelas ia mengamati wajah abah dengan raut
muka yang cerah menandakan kebahagiaan tak terkira. Dibukanya raport
bersampul biru, ia perhatikan nilainya satu per satu. Semua persis
seperti perhitungannya.
Menjelang tidur ia buka sekali lagi, ia
perhatikan dengan seksama. Kali ini, tiba-tiba ia termenung
lama…tiba-tiba butiran kecil keluar dari matanya. Alif menangis…jauh di
dalam nuraninya, ia berfikir bahwa selama ini ia sudah berusaha keras
untuk urusan nilai pelajaran di sekolahnya dan hasilnya pun cukup
memuaskan. Tapi…sudahkan engkau bekerja keras untuk raport di akhiratmu kelak Alif!!!!, begitu bisikan keras yang terulang-ulang di hatinya.
Alif teringat ayat yang dibacakan kakak pendamping ekstrakurikuler Rohis di sekolahnya, Q.S Al Insyiqaq ayat 6 – 15.
يَا
أَيُّهَا الْإِنسَانُ إِنَّكَ كَادِحٌ إِلَى رَبِّكَ كَدْحاً فَمُلَاقِيهِ
-٦- فَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِيَمِينِهِ -٧- فَسَوْفَ يُحَاسَبُ
حِسَاباً يَسِيراً -٨- وَيَنقَلِبُ إِلَى أَهْلِهِ مَسْرُوراً -٩- وَأَمَّا
مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ وَرَاء ظَهْرِهِ -١٠- فَسَوْفَ يَدْعُو ثُبُوراً
-١١- وَيَصْلَى سَعِيراً -١٢- إِنَّهُ كَانَ فِي أَهْلِهِ مَسْرُوراً -١٣-
إِنَّهُ ظَنَّ أَن لَّن يَحُورَ -١٤- بَلَى إِنَّ رَبَّهُ كَانَ بِهِ
بَصِيراً -١٥-
Wahai manusia! Sesungguhnya kamu telah
bekerja keras menuju Tuhan-mu, maka kamu akan menemui-Nya (6).** Maka
adapun orang yang catatannya diberikan dari sebelah kanannya (7), maka
dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah (8), dan dia akan
kembali kepada keluarganya (yang sama-sama beriman) dengan gembira (9).
Dan adapun orang yang catatannya diberikan dari sebelah belakang (10),
maka dia akan berteriak, “Celakalah aku!”(11), Dan dia akan masuk ke
dalam api yang menyala-nyala (neraka) (12). Sungguh, dia dahulu (di
dunia) bergembira di kalangan keluarganya (yang sama-sama kafir) (13).
Sesungguhnya dia mengira bahwa dia tidak akan kembali (kepada Tuhan-nya)
(14). Tidak demikian, sesungguhnya Tuhan-nya selalu melihatnya (15).
**Manusia
di dunia ini baik disadari atau tidak adalah dalam perjalanan kepada
Tuhan-nya. Dan pasti dia akan menemui Tuhan-nya untuk menerima
pembalasan-Nya dari perbuatannya yang buruk maupun yang baik.
Dalam hatinya berkecamuk….
Wahai manusia! Sesungguhnya kamu telah bekerja keras menuju Tuhan-mu, maka kamu akan menemui-Nya….
Ah…sudahkah
aku bekerja keras, mempersiapkan diri untuk pertemuan dengan
Allah,..Tuhan yang lisan ini mengaku mencintaiNya, bahkan senantiasa
berucap bahwa, sholatku, ibadahku, hidup dan matiku hanya untuk Allah…??? Sudahkah…aku mencurahkan waktu dalam hidup sebagaimana aku mencurahkan untuk urusan duniaku…
Maka
adapun orang yang catatannya diberikan dari sebelah kanannya , maka dia
akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah, dan dia akan kembali
kepada keluarganya (yang sama-sama beriman) dengan gembira..
Ya
Allah, akankah kelak catatanku diberikan dari sebelah kanan. Akankah
kelak aku menerimanya dengan senyum kebahagiaan sebagaimana aku
mengambil raportku di sekolah, begitu suara lirih di hati Alif.
Bagaimana hisabku kelak? mudah atau ah…tak sanggup aku membayangkannya.
Akankah aku kembali berkumpul dengan keluargaku, bersama orang-orang
tercinta di syurga…atau mendekam sendiri dalam gelap dan panasnya
neraka…na’udzubillah. Padahal berkumpul dengan teman-teman Rohis saja
malas…apakah pantas berkumpul bersama orang-orang sholeh di syurga
kelak…ya Allah…sungguh Engkau Maha Pengampun.
Alif tak berhenti, ia buka Tafsir Fi Zhilalil Qur’an salah satu buku kesukaannya karya Ustadz Sayyid Quth, ia baca pelan,
Dari ‘Aisyah r.a, Rasulullah SAW bersabda, “barang siapa yang dipertanyakan di dalam hisabnya maka berarti ia akan disiksa.”
Alif
semakin tak kuat menahan air matanya, ia terus berdoa sebagaimana doa
yang diajarkan oleh Rasulullah. Dari ‘Aisyah r.a., ia berkata, “ aku
mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berdoa di dalam
sebagian sholatnya.
“ Ya Allah, hisablah aku dengan hisab yang mudah”
Doa ini menutup kisah Alif kali ini. Insya Allah akan dilanjutkan di waktu berikutnya. Ikuti terus kisah si Alif ya….
Alif menutup perenungannya kali ini dengan doa :
Maha
suci Allah dan segala puji bagiMu, saya bersaksi tidak ada Tuhan selain
Allah, ampunilah segala kesalahan kami, kepadaMu kami bertaubat dan
mohon ampun, dan kepadaMu kelak kami akan kembali ya Allah…
Tak
lupa, ia sholat dan berdoa menjelang tidurnya, untuk menutup hidupnya
hari ini dengan indah. Dalam hatinya ia selalu berharap kelak ia bisa
benar-benar menutupnya dengan sangat indah…amin ya Allah..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar